Misteri Kain Kafan Seorang Bayi yang Hilang di TPU Mbeji

Sobat Misteri Tua, pasti sudah banyak doang yang mendengar cerita-cerita misteri. Baik itu horor yang menakutkan atau mungkin horor comedi yang membuat kita merinding namun tetap ada lucunya. Yang pasti semuanya sudah pasti pernah mendengar yang namanya cerita misteri. Cerita ini banyak beredar dikalangan masyarakat kita. Baik dalam bentuk peruah atau larangan serta sesuatu hal yang berhubungan dengan mistis dan keramat. Dan Indonesia sendiri termasuk salah satu dengan segudang cerita misteri yang melatar belakangi pembentukannya serta kultur sejarah yang ada.

Sehingga tidak herian jika bicara tentang misteri tidak membuat kita aneh dan asing. Apalagi cerita yang satu ini Misteri Kain Kafan Seorang Bayi yang Hilang di TPU Mbeji mungkin kalian pernah mendengarnya walaupun cerinta sedikit beda. Sebab ditiap daerah akan sedikit beda sesuai dengan kultur dan adatnya. Namun semuanya tetap mengacu pada hal yang sama yaitu mistis. Mistis atau horor selah satu dua hal yang tidak bisa kita lepaskan. Begitu juga dengan Misteri Kain Kafan Seorang Bayi yang Hilang di TPU Mbeji mungkin mau tidak mau kita tidak bisa menghindarinya. Atau bahkan disekitar lingkungan kita ada.

Sobat misteri pasti sudah tidak sabar ingin mengungkatp dan mengetahui kisah ceritanya lebih lanjut bukan.nah tanpa panjang lebar dan basa-basi mari kita simak ceritanya berikut ini. Namun semua kejadian dan kisah ini mungkin sedikit fiktif atau tidak sama dengan kejadian yang sebenarnya. Karena ini hanya ilustrasi saja biar kita mudah untuk memahaminya. Dan kisahnya ada dibawah ini selamat membaca

Misteri Kain Kafan Seorang Bayi yang Hilang di TPU Mbeji 


Warga Kelurahan Martasinga, Kecamatan Cilacap Utara, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, dihebohkan oleh peristiwa pencurian kain kafan seorang bayi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mbeji, desa setempat, Jumat pagi, 12 Januari 2018.

Diduga, makam bayi itu dibongkar paksa oleh seseorang pada Kamis malam atau Jumat dini hari weton Pahing. Belakangan diketahui, sebagian kain kafan sang bayi hilang dicuri.

Kejadian itu pertama kali diketahui oleh Dul Aspar, warga Gumilir yang kebetulan melintas di TPU Mbeji, sekitar pukul 05.30 WIB. Ia curiga saat melihat makam yang masih baru tapi berantakan seperti bekas dibongkar.

Ia pun kemudian melaporkan ke warga setempat yang kemudian menindaklajutinya dengan memberi tahu orang tua bayi, Tasiwan (42) dan Karsiyah (40) serta Pemerintah Kelurahan Martasinga, Cilacap. Pembongkaran makam bayi dan pencurian kain kafan ini pun lantas dilaporkan ke kepolisian.

Kesan mistis pun meruap dalam peristiwa pembongkaran paksa makam dan pencurian kain kafan bayi tersebut. Warga setempat mengaitkannya dengan praktik ilmu hitam.

Mengetahui makam anaknya dibongkar, Tasiwan pun mendatangi TPU Mbeji yang berjarak 300 meter dari kediamannya. Ia menduga, makam dibongkar pada dini hari, antara pukul 02.00-03.00 WIB.

Baca Uga

Dari tetangganya, ia mendengar bahwa pada Selasa (9/1/2018) dan Rabu (10/1/2018) ada orang tak dikenal yang kerap mendatangi makam putrinya. Orang itu datang tiap sore menjelang magrib.

Sering kali, orang tersebut berdiri 5 meter dari makam. "Masyarakat sini enggak tahu siapa. Sebelumnya ya enggak ada yang curiga," tuturnya.

Tasiwan pun sependapat pembongkaran dan pencurian kain kafan itu diduga berkaitan praktik ilmu hitam. Ia kerap mendengar, pembongkaran makam bayi dan pengambilan potongan kain kafan atau tali pocong untuk syarat pesugihan, kekebalan atau kesaktian.

Baca Uga

Peristiwa pencurian kain kafan bayi itu pun kemudian tersebar luas di masyarakat Martasinga dan sekitarnya. Mereka berdatangan ke TKP untuk menonton.

Kepala Polsek Cilacap Utara, AKP Made Arthana mengatakan makam yang dibongkar adalah makam seorang bayi perempuan yang bernama Khusnul Khotimah, anak dari pasangan Tasiwan dan Karsiyah warga Mertasinga Cilacap utara.

Berdasarkan keterangan orang tuanya, bayi tersebut meninggal dunia ketika dilahirkan di salah satu rumah sakit bersalin Cilacap, 40 hari yang lalu, sekitar awal Desember 2017.

Untuk memastikan kondisi mayat bayi, atas seizin orang tua bayi, petugas Polsek Cilacap Utara dan Tim Indonesia Automatic Fingerprints Identification System (Inafis) Satuan Reserse Kriminal Polres Cilacap dibantu warga membongkar makam tersebut.

Polisi mendapati bahwa sebagian kain kafan yang membalut tubuh jenazah bayi telah hilang. Diduga, kain kafan itu telah dicuri. Adapun jenazah bayi dalam kondisi utuh.

"Setelah dilakukan pembongkaran dan dilakukan pengecekan yang disaksikan oleh keluarga bahwa mayat bayi dalam keadaan utuh dan hanya sebagian kain kafan saja yang hilang,” kata Made Arthana, melalui keterangan tertulis yang diterima Liputan6.com, Jumat siang.

Setelah diperiksa, jenazah bayi tersebut kembali dimakamkan di lokasi semula. Adapun motif pencurian kain kafan itu masih dalam penyelidikan kepolisian.

“Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui pelaku dan motif pembongkaran makam,” dia menerangkan.

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Misteri Kain Kafan Seorang Bayi yang Hilang di TPU Mbeji

0 komentar:

Posting Komentar